27.4.12

...selamat jalan...

Ketika tua itu pasti
...dan mati menjadi keniscayaan...
Kesedihan kau tebarkan di ruang kecilku

Di saat cinta mulai menyentuh kalbu,
Kau berikan asa yang kekal
...kekal dan abadi...

Rindu pasti akan ada
Sakitpun akan terasa
Tawamu akan selalu di hati
Menemani saat sepi

Selamat jalan sahabat tuaku...
Bahagiamu disisiNya...
Bahagiaku untuk kesembuhanmu...

 --in memoriam pak Bandi, sahabat tuaku--

12.10.11

...aku sangat sayang kamu...

aku mencoba untuk selalu menghindar...lari...dan pergi...
tetapi dia selalu mengikuti setiap langkahku
aku tak sanggup untuk mengatakan
aku tak ingin melihat luka di batinmu
tapi waktu itu tetap tiba
dan memaksaku untuk berkata-kata

...perih di saat harus kuucapkan....
duka dimatamu sangat menyayat hatiku...
takkan pernah kumaafkan diriku
karena aku telah melukaimu....
apapun akan kulakukan....
agar kembali ku lihat senyum di matamu...

mesin waktu tetap berjalan
sampai titik penghabisanku
takkan henti hati menangis

...aku sangat sayang kamu...

23.8.11

9.4.11

...mati suri...

kala itu 30 Mei 1999 malam...
hari yang sangat menyenangkan bagiku
pesta sederhana dari teman dan sahabat, membawaku kembali muda...
basah dan dingin terhapus dengan tawa dan teriakan bahagia di sudut kampus kerakyatan
malam semakin larut dan canda itupun terbawa dalam mimpi...
...indah dan tak kan terlupa seumur hidupku

kala pagi menjelang 31 Mei 1999...
raga takkuasa bergerak...
dan jelang sore panas tubuh membuatku harus kembali ke IGD Panti Rapih

.....lever, kata dokter....
opname!!! ---lagiii!!!!
saat itu semua yang aku lihat berwarna kuning
dan kembali aku terkapar di Elizabeth 2
selang infus terpasang....
aku kembali sendiri tanpa keluarga, teman & sahabat
keceriaanku luruh dalam selimut putih

jelang pagi hari kedua Elizabeth 2....
datang segelas air kacang hijau...
"di minum mbak..." katanya
"ya, makasih..." jawabku lemas
disinilah awal perpecahan jiwa dan ragaku....

saat ragaku takberdaya menyentuh segelas kacang hijau untuk sekedar membasahi kerongkonganku...
jiwaku tersenyum dan mengambil gelas itu....
ragaku pun berteriak ...."jangan itu punyaku!!!"
jiwaku hanya melihat, tersenyum dan meletakkan kembali gelas itu....
lalu....
jiwaku turun dari tempat tidurku...
kembali dia tersenyum...
ragaku bertanya..."kamu mau kemana?"
kembali jiwaku hanya tersenyum dan tetap turun dari tempat tidur

ragaku melihat jiwaku yang nakal dan usil....
jiwaku berjalan ke tempat tidur tetangga yang sedang dikunjungi dokternya....
jiwaku yang jahil mulai mengintip kantong sang dokter...
jiwaku mulai memindahkan sandal sang tetangga...
ragaku hanya bisa berteriak...
"hai, jangan!!!!"
tapi kembali jiwaku hanya tersenyum....

saat sang dokter keluar dari Elizabeth 2 ...
jiwaku mendekatiku dan berkata....
"aku pergi dulu ya...."
ragaku berkata....
"ya"
saat jiwaku berjalan ragaku berteriak...
"sampaikan maafku untuk bapak, ibu, dimas, ari, dody, irah, faiz...."
jiwaku tetap berjalan menuju pintu Elizabeth,
tersenyum dan menganggukkan kepala...
ragaku teringat satu nama lagi....dan berteriak "didi juga...."
saat ragaku menyebut nama itu,
jiwaku sudah berada di tengah pintu Elizabeth 2....
separuh kaki di dalam ruangan dan separuh kaki diluar ruangan....

saat nama 'didi' terucap...ragaku tersadar dan kembali berteriak histeris....
"hai...kembalilah, jangan keluar!!!!! Cepat kembali!!!!"
jiwaku terhenyak....dia terdiam di tengah pintu....
menoleh kepada ragaku....
ragu terlihat di wajah jiwaku....
kemudian.....
berlarilah jiwaku kembali naik ke atas tempat tidur...
kembali kepada ragaku...
dan AKU tersadar....

dengan bermandikan peluh dan nafas tersengal-sengal....
kutatap sekelilingku...
gelas berisi kacang hijau masih utuh...
kuambil gelas itu dengan sisa tenagaku....
kuminum tanpa jeda kacang hijau yang sudah dingin....
kulihat selang infus yang masih menempel....
kulihat kantong infus yang mulai kosong....
semua masih berwarna kuning....
kupanggil suster...
aku hanya bilang....
"aku ingin pulang suster....didi masih membutuhkanku!"

suster berkata...
"sel darah putihmu harus diturunkan karena ini sudah diambang batas...,
kamu pucat sekali!"
akupun kembali menjawab....
"aku ingin pulang....!"
dan kalimat itu yang selalu aku ucapkan....

3 hari kemudian....
aku pulang dan langsung ke ibukota untuk merengkuh didiku...
terima kasih Tuhan....
Kau masih beri aku kesempatan untuk menyentuhnya...
aku tidak ingin meninggalkannya sendiri di dunia ini...
walo tidak setiap saat aku bisa merangkulnya...
tetapi aku masih bisa mendengarkan kicauannya...
masih bisa memberikan sedikit asa baginya

kukatakan pada jiwa & ragaku....
terima kasih....kalian masih mau berdamai

kutilang besarku....
aku akan selalu ada di hatimu....
aku akan selalu siap menerimamu...
jarak tak membuatku merasa jauh....
rinduku dan cintaku selalu untukmu...
kau yang membuatku kembali menapakkan kaki di dunia ini...
memandang dunia dari sisi yang berbeda....
menikmati dunia dengan hati yang lebih terbuka...

terima kasih kutilangku...

...love you so much Ananta Bunga Widi...

25.3.11

....ikhlas....

kata yang sangat mudah diucapkan
tetapi sangat sulit untuk dipraktekkan

kala mata melihat dan telinga mendengar
tak kuasa hati menahan untuk tidak berteriak
'kapan aku bisa menikmatinya?'

maafkan aku kutilang-kutilangku
karena aku belum bisa menunjukkan
kebesaran hati untuk menerima

maafkan aku kekasihku
karena aku pun belum sanggup berdiri tegak
tanpa selalu menoleh kebelakang seperti yang seringkali engkau katakan
maafkan aku saudara, teman dan sahabatku
keikhlasanku masih dalam batu ujian yang ternyata sulit aku daki
berilah aku waktu lagi.....
untuk selalu bersandar pada-Nya dan percaya bahwa....
Dialah yang paling tahu kapan waktu dan cawan ini akan tergantikan

kasih.....
berikan aku pelukan yang menguatkan dan menenangkan

kutilang-kutilangku....
berteriaklah dan terbanglah tinggi
agar aku terus mengikuti kepakanmu
agar aku semakin jauh dengan kenangan
agar aku selalu ingat tujuan akhirku

muliakanlah karya-Nya

8.3.11

gelisah kutilang besarku

 

...kegelisahanmu adalah resahku...
...kekawatiranmu adalah ketakutanku...
kepakanmu semakin jauh kutilangku
lelahmu menjadi pembelajaran hidup
senyummu menjadi cahaya dalam hatiku

kutilang besarku....
aku kan selalu merindukanmu
cintaku seiring dengan irama kepakanmu



kepakan sayap kutilang kecilku


...ketika sayapmu mulai meregang...dan kepakanmu mulai tampak, kusadari aku akan mulai kehilangan teriakan laparmu di dalam sangkar usang ini berganti dengan tangisan kelelahan atau luka di sayap-sayapmu...

kutilang kecilku kepakkan sayapmu, berteriaklah sekeras-kerasnya....kembalilah ke sangkar usangmu kala kau lelah, kukan selalu ada untuk mengisi air dan bulir padimu....

9.11.10

duka merapiku

kau tak berbagi duka denganku di awal laramu....
tangis kedua kau tak kuasa menahan dan berbagi rintihan denganku...
Jumat pagi kau bangunkan aku dari tidur lelapku bersama kutilang kecil...
ayah dan aku merasa perlu menengokmu...
kau bersembunyi dalam balutan kabut dan selimut panasmu...
ada apa?
terimakasih telah berbagi duka merapiku...
aku tahu kau akan selalu memberi kehidupan bagi sekelilingmu...

kutilang kecil dengan terpaksa harus kusekap dalam rumah..
aku tak ingin kutilang kecil ikut sedih melihat tangisanmu yang tak kunjung reda..
ada apa?
hapuslah tangisanmu merapiku...
aku tahu kau ingin dipeluk..

kutilang besar berteriak....'mama...aku ingin pulang....aku rindu...'
dengan berat aku pun harus menjawab...
'pulanglah di saat merapi sudah tidak menangis nak...mama juga rindu tapi tidak sekarang'
aku tak ingin kutilang besar ikut menangis...
dengan berat kutilang besar pun berkata....'ya mama'
airmataku pun tetap meleleh seiring tangisan merapiku..
kecupan kecil dari ayah dan kutilang kecil kembali menguatkanku..

merapiku...kembalilah tersenyum..
kami masih tetap disini, belum ingin meninggalkanmu...
andai kau yang meminta kami pergi karena kau ingin sendiri...kami akan pergi untuk sementara...
untuk sementara merapiku...dan kami akan kembali untuk memelukmu dalam kasih dan kerinduan yang dalam



9.10.10

Gusti Mboten Sare

Kebersamaan ini menguatkanku...Terimakasih Ay....

Segala yang kuterima sampai hari ini....
Memberikan pembuktian atas kuasaMu.

Engkau selalu memberikan segalanya indah pada waktunya

Kado-kado indah yang telah Kau berikan kepadaku,
semakin meyakinkan diriku bahwa Kau benar ada dan benar mengasihiKu

Ay....kaulah yang menguatkanku
Di...kaulah mutiaraku yang tak ternilai
Re...kaulah keajaiban yang menyejukkan
Kalian yang terindah bagiku
Biarlah hidupku berarti bagi kalian...

20.9.10

...good bye...

...sepertinya melupakanmu adalah yang terbaik jika mengingatmu membuat dendam itu selalu ada dan bertumbuh layaknya tumor ganas yang menyerang tubuh rentaku.

Maafkan aku, untuk menghapusmu dari daftar nama yang telah mengisi buku harianku yang sudah kumuh dan koyak. Maafkan aku untuk rasa marah yang tak terobati. Maafkan aku untuk rasa benci yang sangat dalam. Terima kasih untuk hari-hari indah yang pernah kita lalui. Terima kasih untuk rengkuhan dan ucapan-ucapanmu ynag menyejukkan dan menguatkan. Terima kasih untuk segala pemberian yang akan menjadi kenangan bagiku...yang saat ini akan kubuang ke dalam samudra yang luas dan dalam....

Biarlah semua itu menjadi makanan bagi plankton-plankton yang kelaparan....aku benar-benar tak ingin mengingatnya, karena kamu ternyata sangat kecil dan picik. Bahagiamu memandangku layaknya 'gombal' yang bernoda dan bau..... Bahagiaku memandang kebahagiaanmu mengarungi hidup dengan kapal yang besar dan megah....

Aku hanya sekoci kecil yang tak berarti menurutmu....tetapi aku harus berbangga diri bahwa aku dapat menjadi penyelamat bagi kapal besar yang terhantam badai ataupun karang tajam.....tapi bukan kapalmu.

---GOODBYE---

14.9.10

maafku

...semakin kau besar semakin sedikit waktuku yang tersisa untukmu, keinginanmu untuk belajar mengarungi dunia membuat hati ini sakit karena harus melihatmu terluka walau kalian menikmatinya...."aku baru belajar, mama"...

aku ingin mencoba untuk menjadi bagian yang terindah bagimu, walau terpisah jarak ataupun waktu....hati ini sedih melihatmu berjuang dalam kesendirian kutilang besarku....maafkan mama...kembalilah ke dalam sangkarmu dan rengkuhan tanganku untuk sesaat sebagai pelepas rindu...

kini....dengan kutilang kecil yang masih dalam rengkunganku, aku berusaha memperbaiki segalanya...kuberikan yang bisa kuberikan....segenap kasih sayang, perhatian dan waktuku...pakailah sepuasmu kutilang kecilku....kejarlah kutilang besar dan hiduplah kalian berdua dengan kebesaran hati dan kelapangan dada, kasih sayang yang tulus dan keikhlasan....

....aku akan selalu merindukan kalian kutilang-kutilangku....

8.9.10

yang terburuk bagi kami adalah yang terbaik dari-Mu

dari hari ke hari...bulan ke bulan...bahkan tahun ke tahun tidak semakin mendewasakan. di usia yang tidak lagi muda seharusnya tidak lagi ego, melainkan empati dan simpati kepada pribadi lain yang dipilih sebagai tambatan perahumu...

siapapun menjadi enggan...termasuk aku (yang katanya buah cinta) untuk bersandar atau bahkan bertahan semalam dalam pelukanmu....kapankah akan ada perubahan? tapi seandainya tidak tetap kusyukuri segala yang telah diberikan-Nya.....inilah yang terbaik bagi kami....

dina kapisan

Ku mulai cerita ini dengan hujan deras dan membuat kutilang kecilku harus bersandar di sangkar tetangga, saat kutengok kutilangku lelap karena udara dingin dan perut kenyang. Rinduku untukmu...jam 4 kutengok lagi ya...

Ayah kutilang, terbang mencari bulir-bulir padi untuk kutilang kecilku, pengorbanan yang indah. Cepatlah pulang kasih, kami menunggumu.

Sementara kutilang besarku di ibukota untuk melengkapi hidupnya....dan aku berharap dapat berada dalam satu sangkar suatu saat nanti....