9.4.11

...mati suri...

kala itu 30 Mei 1999 malam...
hari yang sangat menyenangkan bagiku
pesta sederhana dari teman dan sahabat, membawaku kembali muda...
basah dan dingin terhapus dengan tawa dan teriakan bahagia di sudut kampus kerakyatan
malam semakin larut dan canda itupun terbawa dalam mimpi...
...indah dan tak kan terlupa seumur hidupku

kala pagi menjelang 31 Mei 1999...
raga takkuasa bergerak...
dan jelang sore panas tubuh membuatku harus kembali ke IGD Panti Rapih

.....lever, kata dokter....
opname!!! ---lagiii!!!!
saat itu semua yang aku lihat berwarna kuning
dan kembali aku terkapar di Elizabeth 2
selang infus terpasang....
aku kembali sendiri tanpa keluarga, teman & sahabat
keceriaanku luruh dalam selimut putih

jelang pagi hari kedua Elizabeth 2....
datang segelas air kacang hijau...
"di minum mbak..." katanya
"ya, makasih..." jawabku lemas
disinilah awal perpecahan jiwa dan ragaku....

saat ragaku takberdaya menyentuh segelas kacang hijau untuk sekedar membasahi kerongkonganku...
jiwaku tersenyum dan mengambil gelas itu....
ragaku pun berteriak ...."jangan itu punyaku!!!"
jiwaku hanya melihat, tersenyum dan meletakkan kembali gelas itu....
lalu....
jiwaku turun dari tempat tidurku...
kembali dia tersenyum...
ragaku bertanya..."kamu mau kemana?"
kembali jiwaku hanya tersenyum dan tetap turun dari tempat tidur

ragaku melihat jiwaku yang nakal dan usil....
jiwaku berjalan ke tempat tidur tetangga yang sedang dikunjungi dokternya....
jiwaku yang jahil mulai mengintip kantong sang dokter...
jiwaku mulai memindahkan sandal sang tetangga...
ragaku hanya bisa berteriak...
"hai, jangan!!!!"
tapi kembali jiwaku hanya tersenyum....

saat sang dokter keluar dari Elizabeth 2 ...
jiwaku mendekatiku dan berkata....
"aku pergi dulu ya...."
ragaku berkata....
"ya"
saat jiwaku berjalan ragaku berteriak...
"sampaikan maafku untuk bapak, ibu, dimas, ari, dody, irah, faiz...."
jiwaku tetap berjalan menuju pintu Elizabeth,
tersenyum dan menganggukkan kepala...
ragaku teringat satu nama lagi....dan berteriak "didi juga...."
saat ragaku menyebut nama itu,
jiwaku sudah berada di tengah pintu Elizabeth 2....
separuh kaki di dalam ruangan dan separuh kaki diluar ruangan....

saat nama 'didi' terucap...ragaku tersadar dan kembali berteriak histeris....
"hai...kembalilah, jangan keluar!!!!! Cepat kembali!!!!"
jiwaku terhenyak....dia terdiam di tengah pintu....
menoleh kepada ragaku....
ragu terlihat di wajah jiwaku....
kemudian.....
berlarilah jiwaku kembali naik ke atas tempat tidur...
kembali kepada ragaku...
dan AKU tersadar....

dengan bermandikan peluh dan nafas tersengal-sengal....
kutatap sekelilingku...
gelas berisi kacang hijau masih utuh...
kuambil gelas itu dengan sisa tenagaku....
kuminum tanpa jeda kacang hijau yang sudah dingin....
kulihat selang infus yang masih menempel....
kulihat kantong infus yang mulai kosong....
semua masih berwarna kuning....
kupanggil suster...
aku hanya bilang....
"aku ingin pulang suster....didi masih membutuhkanku!"

suster berkata...
"sel darah putihmu harus diturunkan karena ini sudah diambang batas...,
kamu pucat sekali!"
akupun kembali menjawab....
"aku ingin pulang....!"
dan kalimat itu yang selalu aku ucapkan....

3 hari kemudian....
aku pulang dan langsung ke ibukota untuk merengkuh didiku...
terima kasih Tuhan....
Kau masih beri aku kesempatan untuk menyentuhnya...
aku tidak ingin meninggalkannya sendiri di dunia ini...
walo tidak setiap saat aku bisa merangkulnya...
tetapi aku masih bisa mendengarkan kicauannya...
masih bisa memberikan sedikit asa baginya

kukatakan pada jiwa & ragaku....
terima kasih....kalian masih mau berdamai

kutilang besarku....
aku akan selalu ada di hatimu....
aku akan selalu siap menerimamu...
jarak tak membuatku merasa jauh....
rinduku dan cintaku selalu untukmu...
kau yang membuatku kembali menapakkan kaki di dunia ini...
memandang dunia dari sisi yang berbeda....
menikmati dunia dengan hati yang lebih terbuka...

terima kasih kutilangku...

...love you so much Ananta Bunga Widi...