8.9.10

yang terburuk bagi kami adalah yang terbaik dari-Mu

dari hari ke hari...bulan ke bulan...bahkan tahun ke tahun tidak semakin mendewasakan. di usia yang tidak lagi muda seharusnya tidak lagi ego, melainkan empati dan simpati kepada pribadi lain yang dipilih sebagai tambatan perahumu...

siapapun menjadi enggan...termasuk aku (yang katanya buah cinta) untuk bersandar atau bahkan bertahan semalam dalam pelukanmu....kapankah akan ada perubahan? tapi seandainya tidak tetap kusyukuri segala yang telah diberikan-Nya.....inilah yang terbaik bagi kami....

dina kapisan

Ku mulai cerita ini dengan hujan deras dan membuat kutilang kecilku harus bersandar di sangkar tetangga, saat kutengok kutilangku lelap karena udara dingin dan perut kenyang. Rinduku untukmu...jam 4 kutengok lagi ya...

Ayah kutilang, terbang mencari bulir-bulir padi untuk kutilang kecilku, pengorbanan yang indah. Cepatlah pulang kasih, kami menunggumu.

Sementara kutilang besarku di ibukota untuk melengkapi hidupnya....dan aku berharap dapat berada dalam satu sangkar suatu saat nanti....