dari hari ke hari...bulan ke bulan...bahkan tahun ke tahun tidak semakin mendewasakan. di usia yang tidak lagi muda seharusnya tidak lagi ego, melainkan empati dan simpati kepada pribadi lain yang dipilih sebagai tambatan perahumu...
siapapun menjadi enggan...termasuk aku (yang katanya buah cinta) untuk bersandar atau bahkan bertahan semalam dalam pelukanmu....kapankah akan ada perubahan? tapi seandainya tidak tetap kusyukuri segala yang telah diberikan-Nya.....inilah yang terbaik bagi kami....
perjalanan panjangku ada baiknya menjadi pengalaman bagi yang mengenalku... duka yang kuterima menjadi suka kini, dan masih selalu ada duka yang mendewasakan dalam perjalanan hidup menuju satu kebahagiaan abadi... thanks to God, yang selalu memberiku pembelajaran hidup yang sangat indah, tanah datar, jurang dan batu terjal memberiku gambaran nyata dalam mengarungi kehidupan dan pencarian penghidupan...
8.9.10
dina kapisan
Ku mulai cerita ini dengan hujan deras dan membuat kutilang kecilku harus bersandar di sangkar tetangga, saat kutengok kutilangku lelap karena udara dingin dan perut kenyang. Rinduku untukmu...jam 4 kutengok lagi ya...
Ayah kutilang, terbang mencari bulir-bulir padi untuk kutilang kecilku, pengorbanan yang indah. Cepatlah pulang kasih, kami menunggumu.
Sementara kutilang besarku di ibukota untuk melengkapi hidupnya....dan aku berharap dapat berada dalam satu sangkar suatu saat nanti....
Ayah kutilang, terbang mencari bulir-bulir padi untuk kutilang kecilku, pengorbanan yang indah. Cepatlah pulang kasih, kami menunggumu.
Sementara kutilang besarku di ibukota untuk melengkapi hidupnya....dan aku berharap dapat berada dalam satu sangkar suatu saat nanti....
Langganan:
Postingan (Atom)