25.3.11

....ikhlas....

kata yang sangat mudah diucapkan
tetapi sangat sulit untuk dipraktekkan

kala mata melihat dan telinga mendengar
tak kuasa hati menahan untuk tidak berteriak
'kapan aku bisa menikmatinya?'

maafkan aku kutilang-kutilangku
karena aku belum bisa menunjukkan
kebesaran hati untuk menerima

maafkan aku kekasihku
karena aku pun belum sanggup berdiri tegak
tanpa selalu menoleh kebelakang seperti yang seringkali engkau katakan
maafkan aku saudara, teman dan sahabatku
keikhlasanku masih dalam batu ujian yang ternyata sulit aku daki
berilah aku waktu lagi.....
untuk selalu bersandar pada-Nya dan percaya bahwa....
Dialah yang paling tahu kapan waktu dan cawan ini akan tergantikan

kasih.....
berikan aku pelukan yang menguatkan dan menenangkan

kutilang-kutilangku....
berteriaklah dan terbanglah tinggi
agar aku terus mengikuti kepakanmu
agar aku semakin jauh dengan kenangan
agar aku selalu ingat tujuan akhirku

muliakanlah karya-Nya

8.3.11

gelisah kutilang besarku

 

...kegelisahanmu adalah resahku...
...kekawatiranmu adalah ketakutanku...
kepakanmu semakin jauh kutilangku
lelahmu menjadi pembelajaran hidup
senyummu menjadi cahaya dalam hatiku

kutilang besarku....
aku kan selalu merindukanmu
cintaku seiring dengan irama kepakanmu



kepakan sayap kutilang kecilku


...ketika sayapmu mulai meregang...dan kepakanmu mulai tampak, kusadari aku akan mulai kehilangan teriakan laparmu di dalam sangkar usang ini berganti dengan tangisan kelelahan atau luka di sayap-sayapmu...

kutilang kecilku kepakkan sayapmu, berteriaklah sekeras-kerasnya....kembalilah ke sangkar usangmu kala kau lelah, kukan selalu ada untuk mengisi air dan bulir padimu....