20.9.10

...good bye...

...sepertinya melupakanmu adalah yang terbaik jika mengingatmu membuat dendam itu selalu ada dan bertumbuh layaknya tumor ganas yang menyerang tubuh rentaku.

Maafkan aku, untuk menghapusmu dari daftar nama yang telah mengisi buku harianku yang sudah kumuh dan koyak. Maafkan aku untuk rasa marah yang tak terobati. Maafkan aku untuk rasa benci yang sangat dalam. Terima kasih untuk hari-hari indah yang pernah kita lalui. Terima kasih untuk rengkuhan dan ucapan-ucapanmu ynag menyejukkan dan menguatkan. Terima kasih untuk segala pemberian yang akan menjadi kenangan bagiku...yang saat ini akan kubuang ke dalam samudra yang luas dan dalam....

Biarlah semua itu menjadi makanan bagi plankton-plankton yang kelaparan....aku benar-benar tak ingin mengingatnya, karena kamu ternyata sangat kecil dan picik. Bahagiamu memandangku layaknya 'gombal' yang bernoda dan bau..... Bahagiaku memandang kebahagiaanmu mengarungi hidup dengan kapal yang besar dan megah....

Aku hanya sekoci kecil yang tak berarti menurutmu....tetapi aku harus berbangga diri bahwa aku dapat menjadi penyelamat bagi kapal besar yang terhantam badai ataupun karang tajam.....tapi bukan kapalmu.

---GOODBYE---

14.9.10

maafku

...semakin kau besar semakin sedikit waktuku yang tersisa untukmu, keinginanmu untuk belajar mengarungi dunia membuat hati ini sakit karena harus melihatmu terluka walau kalian menikmatinya...."aku baru belajar, mama"...

aku ingin mencoba untuk menjadi bagian yang terindah bagimu, walau terpisah jarak ataupun waktu....hati ini sedih melihatmu berjuang dalam kesendirian kutilang besarku....maafkan mama...kembalilah ke dalam sangkarmu dan rengkuhan tanganku untuk sesaat sebagai pelepas rindu...

kini....dengan kutilang kecil yang masih dalam rengkunganku, aku berusaha memperbaiki segalanya...kuberikan yang bisa kuberikan....segenap kasih sayang, perhatian dan waktuku...pakailah sepuasmu kutilang kecilku....kejarlah kutilang besar dan hiduplah kalian berdua dengan kebesaran hati dan kelapangan dada, kasih sayang yang tulus dan keikhlasan....

....aku akan selalu merindukan kalian kutilang-kutilangku....

8.9.10

yang terburuk bagi kami adalah yang terbaik dari-Mu

dari hari ke hari...bulan ke bulan...bahkan tahun ke tahun tidak semakin mendewasakan. di usia yang tidak lagi muda seharusnya tidak lagi ego, melainkan empati dan simpati kepada pribadi lain yang dipilih sebagai tambatan perahumu...

siapapun menjadi enggan...termasuk aku (yang katanya buah cinta) untuk bersandar atau bahkan bertahan semalam dalam pelukanmu....kapankah akan ada perubahan? tapi seandainya tidak tetap kusyukuri segala yang telah diberikan-Nya.....inilah yang terbaik bagi kami....

dina kapisan

Ku mulai cerita ini dengan hujan deras dan membuat kutilang kecilku harus bersandar di sangkar tetangga, saat kutengok kutilangku lelap karena udara dingin dan perut kenyang. Rinduku untukmu...jam 4 kutengok lagi ya...

Ayah kutilang, terbang mencari bulir-bulir padi untuk kutilang kecilku, pengorbanan yang indah. Cepatlah pulang kasih, kami menunggumu.

Sementara kutilang besarku di ibukota untuk melengkapi hidupnya....dan aku berharap dapat berada dalam satu sangkar suatu saat nanti....