20.9.10

...good bye...

...sepertinya melupakanmu adalah yang terbaik jika mengingatmu membuat dendam itu selalu ada dan bertumbuh layaknya tumor ganas yang menyerang tubuh rentaku.

Maafkan aku, untuk menghapusmu dari daftar nama yang telah mengisi buku harianku yang sudah kumuh dan koyak. Maafkan aku untuk rasa marah yang tak terobati. Maafkan aku untuk rasa benci yang sangat dalam. Terima kasih untuk hari-hari indah yang pernah kita lalui. Terima kasih untuk rengkuhan dan ucapan-ucapanmu ynag menyejukkan dan menguatkan. Terima kasih untuk segala pemberian yang akan menjadi kenangan bagiku...yang saat ini akan kubuang ke dalam samudra yang luas dan dalam....

Biarlah semua itu menjadi makanan bagi plankton-plankton yang kelaparan....aku benar-benar tak ingin mengingatnya, karena kamu ternyata sangat kecil dan picik. Bahagiamu memandangku layaknya 'gombal' yang bernoda dan bau..... Bahagiaku memandang kebahagiaanmu mengarungi hidup dengan kapal yang besar dan megah....

Aku hanya sekoci kecil yang tak berarti menurutmu....tetapi aku harus berbangga diri bahwa aku dapat menjadi penyelamat bagi kapal besar yang terhantam badai ataupun karang tajam.....tapi bukan kapalmu.

---GOODBYE---