8.9.10

dina kapisan

Ku mulai cerita ini dengan hujan deras dan membuat kutilang kecilku harus bersandar di sangkar tetangga, saat kutengok kutilangku lelap karena udara dingin dan perut kenyang. Rinduku untukmu...jam 4 kutengok lagi ya...

Ayah kutilang, terbang mencari bulir-bulir padi untuk kutilang kecilku, pengorbanan yang indah. Cepatlah pulang kasih, kami menunggumu.

Sementara kutilang besarku di ibukota untuk melengkapi hidupnya....dan aku berharap dapat berada dalam satu sangkar suatu saat nanti....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar