9.11.10

duka merapiku

kau tak berbagi duka denganku di awal laramu....
tangis kedua kau tak kuasa menahan dan berbagi rintihan denganku...
Jumat pagi kau bangunkan aku dari tidur lelapku bersama kutilang kecil...
ayah dan aku merasa perlu menengokmu...
kau bersembunyi dalam balutan kabut dan selimut panasmu...
ada apa?
terimakasih telah berbagi duka merapiku...
aku tahu kau akan selalu memberi kehidupan bagi sekelilingmu...

kutilang kecil dengan terpaksa harus kusekap dalam rumah..
aku tak ingin kutilang kecil ikut sedih melihat tangisanmu yang tak kunjung reda..
ada apa?
hapuslah tangisanmu merapiku...
aku tahu kau ingin dipeluk..

kutilang besar berteriak....'mama...aku ingin pulang....aku rindu...'
dengan berat aku pun harus menjawab...
'pulanglah di saat merapi sudah tidak menangis nak...mama juga rindu tapi tidak sekarang'
aku tak ingin kutilang besar ikut menangis...
dengan berat kutilang besar pun berkata....'ya mama'
airmataku pun tetap meleleh seiring tangisan merapiku..
kecupan kecil dari ayah dan kutilang kecil kembali menguatkanku..

merapiku...kembalilah tersenyum..
kami masih tetap disini, belum ingin meninggalkanmu...
andai kau yang meminta kami pergi karena kau ingin sendiri...kami akan pergi untuk sementara...
untuk sementara merapiku...dan kami akan kembali untuk memelukmu dalam kasih dan kerinduan yang dalam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar